Selasa, 03 Oktober 2023

Prospek Karir dan Kisaran Gaji Lulusan Sarjana Pertanian di Indonesia

Pertanian adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dan berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, lulusan sarjana pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan dan memajukan sektor ini. Artikel ini akan menguraikan prospek karir bagi lulusan sarjana pertanian di Indonesia beserta estimasi kisaran gaji yang dapat diharapkan dalam mata uang Rupiah per bulan.

 

Prospek Karir

Lulusan sarjana pertanian di Indonesia memiliki beragam peluang karir yang menjanjikan, antara lain:

1. Petani dan Peternak: Banyak lulusan sarjana pertanian memilih untuk menjadi petani atau peternak. Mereka bisa memiliki usaha pertanian sendiri atau bekerja di pertanian keluarga. Pengalaman ini memungkinkan mereka untuk mengelola tanaman, ternak, dan sumber daya pertanian lainnya. 

2. Agronom: Sebagai ahli dalam budidaya tanaman, agronom membantu petani dalam pemilihan varietas tanaman yang optimal, perawatan tanaman, pemupukan, dan pengendalian hama serta penyakit. Kisaran gaji awal mereka biasanya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

3. Peneliti Pertanian: Penelitian pertanian memiliki peran besar dalam pengembangan teknologi pertanian. Lulusan sarjana pertanian yang bekerja sebagai peneliti dapat menghasilkan gaji awal sekitar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

4. Guru atau Dosen: Beberapa lulusan memilih untuk menjadi guru atau dosen di perguruan tinggi dan sekolah pertanian. Gaji awalnya berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan, tergantung pada institusi dan pengalaman.

5. Konsultan Pertanian: Konsultan pertanian memberikan saran kepada petani dan perusahaan pertanian tentang praktik terbaik. Mereka dapat menghasilkan gaji awal sekitar Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

6. Manajer Pertanian: Manajer pertanian bertanggung jawab atas operasi sehari-hari pertanian. Gaji mereka berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 12 juta per bulan, tergantung pada skala dan kompleksitas pertanian yang mereka kelola.

 

Kisaran Gaji

Kisaran gaji lulusan sarjana pertanian di Indonesia sangat bervariasi berdasarkan lokasi geografis, pengalaman, dan spesialisasi. Berikut adalah perkiraan kisaran gaji dalam Rupiah per bulan untuk beberapa pekerjaan yang umum di sektor pertanian:

1. Petani dan Peternak: Gaji mereka bervariasi tergantung pada skala dan jenis usaha pertanian, namun bisa berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 10 juta atau lebih per bulan.

2. Agronom: Gaji berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 12 juta per bulan, tergantung pada pengalaman dan kemampuan.

3. Peneliti Pertanian: Peneliti pertanian bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta atau lebih per bulan, tergantung pada posisi dan proyek penelitian.

4. Guru atau Dosen: Gaji guru atau dosen di perguruan tinggi pertanian berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan, tergantung pada pangkat dan pengalaman.

5. Konsultan Pertanian: Konsultan pertanian bisa menghasilkan gaji sekitar Rp 6 juta hingga Rp 20 juta atau lebih per bulan, tergantung pada reputasi dan keahlian.

6. Manajer Pertanian: Gaji manajer pertanian berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 25 juta atau lebih per bulan, tergantung pada kompleksitas dan skala pertanian yang mereka kelola.

 

Kesimpulan

Lulusan sarjana pertanian di Indonesia memiliki peluang karir yang beragam dan penting dalam mendukung sektor pertanian yang vital bagi negara ini. Meskipun gaji bervariasi, banyak peluang karir dalam bidang pertanian menawarkan potensi pendapatan yang stabil dan kesempatan untuk berkontribusi pada ketahanan pangan dan pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan. Jika Anda berminat dalam pertanian dan sains pertanian, mengejar gelar sarjana dalam pertanian dapat membuka pintu menuju karir yang menarik dan bermanfaat.


Senin, 02 Oktober 2023

Antara Karier dan Keluarga: Tantangan Seorang Working Mom


Cerita ini dikutip dari seorang wanita karir yang membagikan pengalamannya di Quora, sumber artikel: https://qr.ae/pKTCTv

Sebagai seorang working mom, perjalanan karier bisa menjadi perjalanan yang penuh tantangan, terutama saat harus seimbangkan antara karier dan tanggung jawab keluarga. Cerita seorang wanita ini menggambarkan pilihan rumit yang harus dihadapinya dalam mengelola karier di perusahaan BUMN di Indonesia sambil merawat keluarga.


Perjalanan: Dari Management Trainee hingga Assistant Manager

Perjalanan ini dimulai pada tahun 2018 ketika dia bergabung dengan sebuah BUMN sebagai bagian dari program Management Trainee. Dia memulai perjalanan yang pada akhirnya membawanya menjadi seorang Assistant Manager. Namun, perjalanan ini tidaklah mudah, melibatkan beberapa tahap sebelum mendapatkan status pegawai tetap.

Awalnya, dia bergabung sebagai calon pegawai, menerima tunjangan biaya hidup sekitar 1,7 juta rupiah selama tiga bulan selama pelatihan di dalam kelas, dengan akomodasi dan makanan ditanggung oleh perusahaan. Kemudian, dia memasuki masa On-the-Job Training (OJT), di mana dia menerima gaji bulanan sekitar 3,6 juta rupiah selama enam bulan. Setelah berhasil menyelesaikan OJT, statusnya berubah menjadi "calon pegawai," dan pendapatan bulanannya naik menjadi sekitar 6,8 juta rupiah selama tiga bulan. Akhirnya, dia mendapatkan status pegawai tetap dengan gaji bulanan sekitar 7,8 juta rupiah.

Selama bertahun-tahun, dedikasinya dan kerja kerasnya menghasilkan promosi dan kenaikan gaji yang signifikan. Saat ini, sebagai seorang Assistant Manager, pendapatan bulanannya telah mencapai 18 juta IDR.

 

Tantangan Karier yang Berpindah-pindah 

Meskipun sukses dalam karier, seorang working mom ini menghadapi tantangan yang menakutkan: seringnya harus berpindah tempat. Pekerjaannya mengharuskannya untuk berpindah sebanyak empat kali ke berbagai kota dan pulau di Indonesia, dari Jawa ke Sulawesi, dan sekarang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun suaminya bekerja full remote dan bisa menemaninya, tantangan utama adalah pendidikan anak-anaknya.

Pasangan ini saat ini tengah menanti kelahiran anak kedua, dan anak pertama mereka akan segera memasuki usia sekolah. Prospek untuk selalu berpindah dan membuat anak-anaknya harus beradaptasi dengan lingkungan baru adalah dilema yang menyiksa.

 

Persimpangan Keputusan: Karier atau Keluarga?

Si working mom mendapati dirinya berada di persimpangan, merenungkan masa depannya. Apakah dia akan tetap bekerja atau resign untuk memberikan stabilitas kepada keluarganya yang semakin berkembang? Pendapatan yang diperoleh sangat penting bagi pencapaian tujuan finansialnya bersama suaminya.

Meskipun pemikiran untuk resign datang begitu sering, dia menyadari berkah pekerjaannya dan lingkungan kerja yang sangat mendukung. Rekan-rekannya sangat pengertian, dan dia sangat menikmati pekerjaannya.

Sebagai kesimpulan, perjalanan seorang working mom ini mencerminkan pilihan kompleks yang harus dihadapi banyak orang tua yang bekerja. Keseimbangan yang delik antara karier dan tanggung jawab keluarga adalah keputusan mendalam yang memerlukan pertimbangan matang. Kisahnya menggambarkan tantangan dan penghargaan menjadi seorang working mom di dunia saat ini, di mana ambisi karier dan kehidupan keluarga saling terkait.

Minggu, 01 Oktober 2023

Keuntungan Menjadi PNS di Pemerintah Daerah daripada di Pemerintah Pusat




Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah impian bagi banyak orang di berbagai negara. Namun, seringkali ada pandangan bahwa menjadi PNS berarti harus siap pindah-pindah tempat tugas. Namun, dalam artikel ini, kita akan menjelaskan keunggulan menjadi PNS di pemerintah daerah tanpa harus pindah-pindah tempat tugas.

1. Stabilitas Lokasi

Salah satu keuntungan utama menjadi PNS di pemerintah daerah tanpa harus pindah adalah stabilitas lokasi. Anda bisa tinggal dan bekerja di tempat yang sama selama bertahun-tahun, tanpa perlu khawatir tentang pemindahan tugas ke daerah lain. Ini memberikan kestabilan bagi Anda dan keluarga, karena Anda bisa membangun ikatan dengan komunitas lokal dan menciptakan lingkungan yang nyaman.

2. Koneksi yang Kuat dengan Komunitas

Dengan tidak pindah-pindah tempat tugas, Anda memiliki kesempatan untuk membangun koneksi yang kuat dengan komunitas lokal. Anda bisa lebih mendalam memahami kebutuhan dan harapan warga setempat. Koneksi ini juga dapat membantu Anda dalam menjalankan tugas-tugas Anda dengan lebih efektif, karena Anda memiliki jaringan yang kuat dan dukungan dari masyarakat.

3. Stabilitas Keluarga

Pindah-pindah tempat tugas bisa menjadi tantangan besar bagi keluarga. Anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan dan sekolah yang berbeda, sementara pasangan Anda juga mungkin kesulitan menemukan pekerjaan yang tetap. Tetapi dengan menjadi PNS di pemerintah daerah tanpa harus pindah-pindah, Anda memberikan stabilitas kepada keluarga Anda. Mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih kontinu dan nyaman.

4. Fokus pada Pembangunan yang Berkelanjutan

Dengan bertugas di satu tempat secara berkelanjutan, Anda memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan di daerah tersebut. Anda bisa lebih fokus pada perencanaan jangka panjang dan melihat dampak positif dari program-program yang Anda bantu implementasikan. Ini bisa memberikan rasa pencapaian yang lebih besar dalam karier Anda.

5. Kekuatan dalam Keahlian Lokal

Bertugas di satu tempat selama bertahun-tahun juga memberikan Anda kesempatan untuk mengembangkan keahlian yang sangat mendalam dalam bidang yang relevan dengan daerah tersebut. Anda akan menjadi ahli dalam masalah-masalah khusus yang hanya berlaku di wilayah Anda, dan hal ini dapat sangat bernilai dalam pekerjaan Anda.

6. Ikatan dengan Rekan Kerja dan Atasan

Tidak pindah-pindah tempat tugas juga memberikan Anda kesempatan untuk membangun ikatan yang kuat dengan rekan kerja dan atasan Anda. Ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang kooperatif dan mendukung, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan kerja Anda dan kinerja Anda secara keseluruhan.

 

Kesimpulan

Menjadi PNS di pemerintah daerah tanpa harus pindah-pindah tempat tugas memiliki sejumlah keuntungan yang seringkali tidak diperhatikan dengan baik. Stabilitas lokasi, koneksi dengan komunitas, stabilitas keluarga, fokus pada pembangunan yang berkelanjutan, kekuatan dalam keahlian lokal, dan ikatan yang kuat dengan rekan kerja adalah beberapa dari banyak keuntungan ini. Jadi, jika Anda memiliki kesempatan untuk menjalani karier PNS di pemerintah daerah tanpa harus pindah, pertimbangkanlah dengan serius, karena ini bisa menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi Anda dan keluarga Anda.

Sabtu, 03 Juni 2023

Kalau Mau Kaya Jangan Jadi PNS? Apa Benar?



Banyak orang yang bilang kalau dalam perjalanan hidupmu mau banyak uang jangan pilih profesi menjadi PNS, atau biasanya pada orientasi calon pegawai negeri sipil, sudah sejak awal diingatkan tugas utama PNS adalah mengabdi kepada negara bukan mencari kekayaan.


Tentu pernyataan di atas tidak sepenuhnya salah ya dan memang beralasan karena gaji PNS itu tergolong kecil dibandingkan apabila seseorang berkarir di perusahaan swasta atau bahkan mempunyai usaha sendiri, namun yang jadi pertanyaan apakah benar menjadi seorang PNS itu tidak bisa kaya?


Jawabannya adalah tergantung seseorang bekerja di instansi apa, menduduki jabatan apa, dan apakah mempunyai jabatan tambahan sebagai pengawasan (komisaris) di perusahaan BUMN.


Tiap instansi pemerintah saat ini mempunyai tunjangan kinerja yang bervariasi, yang paling besar adalah tunjangan kinerja pada Direktorat Jenderal Pajak dan Pemerintah DKI Jakarta. Seorang PNS dengan pengalaman kerja 10 tahun yang bekerja pada 2 instansi tersebut bisa mendapatkan gaji sekitar 30-40 juta perbulannya. wow bukan..


Selain pada instansi pemerintah, PNS juga bisa ditugaskan pada Badan Layanan Umum (BLU), BLU adalah instansi dilingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan barang/jasa kepada masyarakat. Keunggulan BLU adalah mereka bisa menentukan sendiri insentif yang diberikan kepada karyawannya berdasarkan pendapatan yang didapat. 


Contoh BLU adalah: Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dll.


Insentif perbulan yang diberikan oleh BLU tersebut kepada karyawannya tergolong tinggi terutama untuk BLU yang mengelola dana pemerintah, contohnya senior saya yang tugasnya sebagai admin pada salah satu BLU di atas mendapatkan gaji perbulannya sebesar 25jt dengan pengalaman kerja 5 tahun, dan ia bercerita juga dalam setahun mendapatkan bonus sekitar 6 kali gaji, wow bukan?


Belum lagi apabila seorang PNS yang menduduki jabatan tinggi biasanya eselon 1 dan 2 di pemerintah pusat maupun daerah akan mendapatkan tambahan jabatan sebagai komisaris di perusahaan BUMN/ BUMD. Ya komisaris BUMN biasanya akan dipilih dari pemerintah karena pada dasarnya BUMN adalah milik pemerintah, jadi ia menugaskan jajarannya untuk mengawasi perusahaan miliknya tersebut.


Insentif yang diberikan oleh BUMN kepada komisaris tidak main-main, contohnya Pertamina, saat ini pada Pertamina terdapat 2 orang PNS yang ditugaskan menjadi komisaris, kompensasi yang didapat tiap bulannya sekitar 170jt, belum lagi bonus tahunan yang didapat bisa mencapai 50 kali gaji perbulan. wow bukan?


Penutup


Menurut penjelasan di atas ternyata jadi PNS bisa jadi kaya ya kalau bekerja di instansi tertentu dan dapat jabatan tambahan, tentunya yang penulis sampaikan ini penghasilan yang halal ya dan sesuai ketentuan. Kalau mau kaya dari jalur non halal bisa banget tapi harta yang didapat pasti tidak berkah dan hidup kita tidak akan tenang.

Selasa, 30 Mei 2023

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Jurusan



Sebagian besar pelajar SMA setelah lulus pasti ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu ke jenjang perkuliahan, namun tak sedikit yang kebingungan akan memilih jurusannya.


Biasanya sewaktu kelas 3 SMA, mereka sudah mencari tahu dan bertanya-tanya mengenai jurusan-jurusan yang ada di perkuliahan, baik itu bertanya ke guru atau guru bimbingan konseling yang ada di sekolah, bahkan bertanya ke senior yang sudah kuliah.


Berikut ini disajikan hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih jurusan kuliah menurut opini dan pengalaman pribadi penulis, adapun latar belakng penulis adalah lulusan D3 Akuntansi dan melanjutkan ekstensi di S1 Akuntansi dan saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri, simak ulasan berikut:


1. Ingin bekerja atau berkarir di bidang apa?


Hal ini merupakan yang terpenting dalam memilih jurusan, karena di perkuliahanlah kita akan mendalami suatu bidang ilmu yang akan dipakai di dunia kerja. Misal kamu ingin menjadi seorang pengacara maka lebih baik kamu memilih jurusan hukum dengan konsentrasi hukum pidana atau hukum perdata.


Atau kamu ingin menjadi seorang koki dan ingin memiliki restoran sendiri, lebih baik kamu memilih kuliah jurusan tata boga.


Memang setelah lulus kuliah kita belum tentu akan menggeluti bidang yang sesuai dengan jurusan kita (itu urusan takdir), namun dengan menentukan jurusan terlebih dahulu, akan membuat kita lebih terfokus dalam mencapai impian kita.


2. Sesuaikan dengan passion


Ya dengan berkuliah sesuai dengan minat dan bakat kita, maka kuliah akan terasa menyenangkan dan kita bisa menjadi yang terbaik. Mencari passion pun tidaklah sulit, apabila kita memilik ketertarikan di suatu bidang dan dalam melakukannya kita tida bosan, maka bisa jadi passion kamu disitu.


Saya punya teman kuliah di jurusan manajemen yang sangat menyukai public speaking dan bisnis dan tidak menyukai hal-hal yang menyangkut matematika, ketika ada ujian mata kuliah statistika (matkul wajib) ia sangat kesusahan, padahal menurut saya soalya relatif mudah, namun  ketika menghadapi ujian mengenai bisnis, manajemen pemasaran, dll ia mendapat nilai tertinggi, dan pada akhirnya ia mendapatkan peringkat 1 di angkatan.


3. Jangan Ikut-Ikut Teman


Terkadang ketika teman dekat kita sudah mantap memilih jurusannya, ada kalanya kita ingin mengikuti mereka dengan alasan agar selalu dekat. Ini merupakan kesalahan besar, karena tujuan kita bukan untuk kuliah di jurusan yang tepat namun agar selalu dekat dengan teman kita, hal ini bisa membuat kita tidak serius menjalani dunia perkuliahan.


Sebenarnya boleh memilih jurusan yang sama dengan teman kita asalkan sudah sesuai dengan poin 1 dan 2 di atas ya.


 4. Konsultasi dan Minta Restu Orang Tua


Yang terakhir tentunya kita harus senantiasa berkonsultasi dan meminta restu kepada orang tua kita ya, bisa jadi orang tuamu punya pandangan lain terkait pemilihan jurusan. Dan yang terakhir tak lupa harus banyak berdoa meminta pentujuk kepada tuhan kita ya.